Lima Gadget Baru yang Saya Coba dan Sangat Suka di CES 2026 (Bisa Dibeli Sekarang)

Hei, teman-teman! Bayangkan kalau kamu lagi jalan-jalan di pameran teknologi terbesar di dunia, CES 2026 di Las Vegas, dan tiba-tiba mata kamu tertarik sama barang-barang canggih yang bukan cuma konsep doang, tapi sudah bisa kamu beli sekarang juga. Saya baru aja pulang dari sana, dan wow, tahun ini benar-benar penuh kejutan. Sebagai penggemar gadjet, saya coba langsung lima barang yang bikin saya jatuh cinta. Bukan yang mahal banget atau ribet, tapi yang praktis, fun, dan langsung bisa nambah nilai hidup sehari-hari. Kamu tahu kan, CES itu seperti pesta besar di mana perusahaan-perusahaan gede macam Lego, IKEA, sampai startup inovatif pamer inovasi mereka? Nah, saya pilih lima yang saya coba sendiri, dan alasan saya suka karena mereka bener-bener memecahkan masalah kecil tapi sering kita hadapi. Misalnya, bayangkan kalau main Lego bisa hidup seperti film animasi, atau speaker murah yang suaranya mantap buat party kecil di rumah. Saya bakal ceritain detailnya, dari cara kerjanya, kenapa worth it, sampai tips pakainya. Siap? Mari kita mulai petualangan ini!

1. Lego Smart Play: Bikin Main Lego Jadi Lebih Hidup

Oke, pertama-tama, siapa sih yang nggak suka Lego? Dari kecil saya sudah main, tapi di CES 2026, Lego ngeluarin Smart Play yang bikin saya merasa seperti anak kecil lagi. Ini bukan Lego biasa, tapi ada “smart brick” yang bisa nyala, bergerak, atau bahkan bereaksi saat kamu susun. Bayangkan kalau kamu bangun pesawat Star Wars, dan tiba-tiba lampunya nyala pas kamu tekan tombol, atau suara mesinnya keluar. Saya coba langsung di booth mereka, dan rasanya seperti Lego masuk ke era digital tanpa kehilangan esensi main manual.

Kenapa saya suka banget? Karena ini nggak cuma buat anak-anak, tapi juga buat orang dewasa seperti saya yang suka nostalgia. Smart brick ini pakai teknologi NFC dan sensor sederhana, jadi pas kamu hubungkan ke app di ponsel, kamu bisa program efek-efek keren. Misalnya, kalau kamu susun mobil, brick ini bisa bikin roda berputar otomatis atau lampu berkedip seperti mobil sungguhan. Harganya mulai dari $70, dan sudah bisa preorder sekarang. Saya tes bangun tower kecil, dan saat jatuh, bricknya ngeluarkan suara “boom” yang lucu. Analoginya seperti memberi jiwa pada batu bata, kayak film Toy Story di dunia nyata.

Tapi, jangan khawatir kalau kamu pemula. Appnya user-friendly, dengan tutorial langkah demi langkah. Saya coba sambungin ke iPhone saya, dan dalam 5 menit sudah bisa bikin efek cahaya. Kelemahannya? Baterainya perlu di-charge setiap 10 jam main intens, tapi itu worth it lah. Buat keluarga, ini gadjet edukatif yang bikin anak belajar coding dasar sambil main. Saya saranin beli starter kit dulu, yang ada 10 brick, biar nggak langsung boros. Pokoknya, kalau kamu suka kreativitas, ini harus dicoba. Oh ya, di CES, mereka demo integrasi dengan set Star Wars, dan hasilnya epik!

CES 2026: Lego to launch smart brick system that reacts as you play |  Mashable

mashable.com

CES 2026: Lego to launch smart brick system that reacts as you play | Mashable

2. IKEA Kallsup Bluetooth Speaker: Speaker Murah yang Bisa Ditumpuk

Selanjutnya, mari kita bicara soal musik. Kamu pernah nggak pengen speaker portable yang murah tapi suaranya nggak murahan? Di CES 2026, IKEA perkenalkan Kallsup, speaker Bluetooth kubus kecil yang harganya cuma $10! Saya coba langsung di ruang demo mereka, dan shocked banget. Bentuknya seperti kubus warna-warni, bisa ditumpuk kayak Lego (eh, kebetulan ya?), dan suaranya jernih untuk ukuran segitu.

Saya suka karena ini solusi buat rumah kecil seperti apartemen saya. Kamu bisa beli beberapa, lalu hubungkan via Bluetooth untuk stereo atau multi-room audio. Analoginya seperti membangun tower musik, di mana setiap kubus tambah volume dan bass. Saya tes putar lagu pop, dan bassnya lumayan nendang, nggak kalah sama speaker mahal. Baterainya tahan 8 jam, dan charge via USB-C, gampang banget. Di CES, mereka stack 5 buah, dan suaranya menggelegar tanpa distorsi. Kerennya lagi, ini waterproof IPX5, jadi bisa dibawa ke kamar mandi atau piknik.

Tapi, apa yang bikin spesial? Desainnya minimalis ala IKEA, cocok sama furnitur rumah. Saya bayangkan taruh di rak buku, nggak keliatan seperti gadget, tapi fungsional. Kalau kamu party kecil, cukup beli 2-3, dan voila, sistem suara instan. Harganya murah, tapi kualitas buildnya solid, nggak gampang pecah. Saya coba jatuhkan dari meja (dengan izin tentu), dan masih oke. Tips dari saya: Pair dengan app IKEA untuk customize equalizer, biar suara sesuai selera. Pokoknya, ini gadjet yang bikin saya pengen beli banyak buat hadiah teman.

Ikea Will Soon Sell an Adorable, Tiny, Surprisingly Nice-Sounding Bluetooth  Speaker for $10

gizmodo.com

Ikea Will Soon Sell an Adorable, Tiny, Surprisingly Nice-Sounding Bluetooth Speaker for $10

3. Aqara U400 Smart Lock: Kunci Pintu yang Bikin Rumah Aman Tanpa Ribet

Nah, sekarang ke soal keamanan rumah. Kamu pernah lupa bawa kunci dan terkunci di luar? Atau khawatir kalau ada tamu datang tapi kamu lagi keluar? Aqara U400 Smart Lock yang diumumkan di CES 2026 jawab semua itu. Saya coba pasang di pintu demo mereka, dan instalasinya gampang, cuma 10 menit tanpa bor. Ini kunci pintar yang auto-unlock pas kamu deket, pakai Bluetooth atau Matter protocol.

Saya sangat suka karena integrasinya seamless sama smart home ecosystem seperti Apple HomeKit atau Google Home. Bayangkan, pintu terbuka otomatis pas kamu pulang bawa belanjaan, kayak film sci-fi tapi nyata. Di CES, saya tes fitur fingerprint dan PIN, akurat banget, nggak ada false positive. Harganya $270, dan sudah available sekarang. Analoginya seperti punya bodyguard pribadi untuk pintu rumah, yang bisa kamu kontrol dari ponsel.

Detailnya, lock ini punya baterai tahan 6 bulan, dan notifikasi real-time kalau ada yang coba buka paksa. Saya coba force open, dan langsung alarm bunyi plus kirim alert ke hp. Buat keluarga, bisa kasih akses temporer buat babysitter via app. Kelebihannya, kompatibel sama pintu standar, nggak perlu ganti seluruh handle. Saya saranin buat yang tinggal di apartemen, karena nggak permanen. Oh, dan ada mode “do not disturb” biar nggak bunyi malam hari. Pokoknya, ini bikin hidup lebih tenang, terutama buat saya yang suka lupa.

4. Xreal 1S AR Glasses: Kacamata Pintar yang Bikin Layar Besar di Mana Saja

Pernah nggak kamu pengen nonton film di layar raksasa tapi lagi di pesawat? Xreal 1S AR Glasses dari CES 2026 ini jawabannya. Saya coba di booth, dan rasanya seperti punya TV 130 inci di depan mata! Ini kacamata augmented reality yang ringan, cuma 75 gram, dan connect ke ponsel atau laptop via USB-C.

Kenapa saya jatuh cinta? Karena visualnya tajam, dengan resolusi 1080p per mata, dan field of view lebar. Saya tes main game, dan immersif banget, kayak VR tapi tanpa mabuk. Harganya sekitar $400, dan sudah bisa beli sekarang. Analoginya seperti membawa bioskop pribadi di saku, di mana pun kamu pergi. Di CES, mereka demo streaming Netflix, dan warna-warnanya vibrant tanpa lag.

Fitur kerennya, ada mode privacy screen, jadi orang lain nggak bisa intip apa yang kamu lihat. Saya coba di keramaian, dan nyaman dipakai lama karena adjustable. Baterainya tahan 3 jam, tapi bisa charge on-the-go. Buat pekerja remote seperti saya, ini ideal buat multi-tasking, misalnya buka dokumen virtual sambil jalan. Tips: Pakai dengan ponsel flagship biar performa maksimal. Kelemahannya? Butuh adaptasi awal, tapi setelah 5 menit, addicted. Ini gadjet masa depan yang sudah hadir sekarang!

CES 2026: I tried Xreal's unreleased ROG R1 gaming glasses | Mashable

mashable.com

CES 2026: I tried Xreal’s unreleased ROG R1 gaming glasses | Mashable

5. Plaud NotePin S AI Recorder: Alat Rekam yang Pintar Banget Buat Catatan

Terakhir, buat kamu yang suka meeting atau kuliah, Plaud NotePin S ini revolusioner. Di CES 2026, ini wearable recorder AI yang bisa pin di baju, rekam suara, lalu transkrip otomatis ke teks. Saya coba rekam obrolan demo, dan hasilnya akurat di 112 bahasa, termasuk Indonesia!

Saya suka karena tombol fisiknya gampang, tekan sekali rekam, tekan lagi highlight poin penting. Analoginya seperti asisten pribadi yang ingat semua kata-kata kamu. Harganya $170, dan preorder sekarang. Di CES, saya tes rekam panggilan Zoom, dan summary AI-nya ringkas tapi lengkap. Baterainya tahan seharian, dan sync ke app untuk edit.

Detailnya, ini punya mic sensitif, noise cancellation bagus di tempat rame. Saya coba di hall CES yang berisik, dan transkripnya bersih. Buat jurnalis atau mahasiswa, ini hemat waktu banget. Kelebihannya, wearable seperti pin, nggak keliatan mencolok. Tips dari sya: Gunakan fitur summary untuk rapat panjang, biar nggak capek baca ulang. Pokoknya, ini gadjet yang bikin produktivitas naik level.

Q&A

1. Apa yang bikin CES 2026 spesial dibanding tahun sebelumnya?

CES 2026 lebih fokus pada gadjet praktis yang langsung available, bukan cuma konsep. Banyak inovasi AI dan smart home yang affordable, seperti yang saya sebutin di atas.

2. Gadget mana yang paling murah di list ini?

IKEA Kallsup, cuma $10! Tapi jangan remehkan, suaranya mantap dan bisa ditumpuk untuk sistem audio murah meriah.

3. Apakah semua gadjet ini kompatibel sama Android dan iOS?

Ya, kebanyakan ya. Lego Smart Play dan Xreal 1S kerja bagus di keduanya, Aqara U400 support Matter, Plaud NotePin S punya app cross-platform.

4. Bagaimana cara beli gadjet-gadjet ini di Indonesia?

Cek situs resmi seperti LEGO.com, IKEA.co.id, atau retailer seperti Amazon/Shopee. Beberapa sudah impor, tapi cek ongkir ya.

5. Apa saran kamu buat pemula yang mau coba smart gadjet?

Mulai dari yang murah seperti Kallsup, lalu naik ke yang lebih advanced seperti Xreal. Pastiin baca manual dulu biar nggak bingung!

Juanmorera.com